Septiono Dwi Nugroho alias Nono (tengah), tersangka beserta barang bukti ganja saat sesi rilis di rauang penyidikan Satreskoba Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Septiono Dwi Nugroho alias Nono (tengah), tersangka beserta barang bukti ganja saat sesi rilis di rauang penyidikan Satreskoba Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

“Jangan bergerak,” begitu kiranya gertakan petugas kepolisian saat mengerebek kediaman Septiono Dwi Nugroho alias Nono. 

Teriakan tersebut, seketika membuat tidur nyenyak warga Dusun Kalitengah, Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading ini, terusik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES, pria yang kini berusia 40 tahun itu, diringkus Jajaran Satreskoba Polres Malang, lantaran kedapatan menanam pohon ganja. 

“Awal pekan lalu, tersangka berhasil kami amankan saat berada di kediamannya,“ kata KBO Satreskoba Polres Malang, Iptu Suryadi, Rabu (1/5/2019).

Dari kediaman pelaku, polisi mengamankan dua tanaman ganja yang ditanam menggunakan pot bunga. 

Barang bukti tersebut, didapatkan petugas dari atap rumah tersangka. 

Dari pendalaman polisi, tanaman laknat tersebut nampak masih baru saja dipanen oleh pelaku.

"Dari penuturannya, tersangka mengakui jika tanaman ganja yang berada di rumahnya, merupakan miliknya. Bibitnya diketahui berasal dari seorang temannya, yang saat ini masih berstatus buron,” sambung Suryadi, saat ditemui awak media disela-sela agenda rilis.

Kasus ini terungkap bermula dari informasi masyarakat, jika di kediaman Nono terdapat tanaman ganja. 

Bahkan, dari berbagai sumber juga mengatakan jika pria yang kini berusia kepala empat itu, merupakan pengguna berat ganja.

Mendapat laporan, beberapa personel Satreskoba Polres Malang, langsung dikerahkan ke lapangan guna melakukan penyelidikan. 

Ketika memastikan kebenaran terkait informasi yang didapat dari masyarakat tersebut anggota korps berseragam coklat ini, langsung melakukan pengerebekan.

Meski sempat mengelak, tersangka akhirnya hanya bisa pasrah saat digelandang ke Mapolres Malang, setelah petugas berhasil menemukan barang bukti dua tanaman ganja yang ditanam tersangka.

“Kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Berdasarkan proses penyidikan sementara, tersangka mengaku jika tanaman ganja tersebut tidak dijual, namun hanya dikonsumsi pribadi,” ujar Suryadi.

Pihaknya menambahkan, akibat perbuatannya tersangka bakal dijerat dengan pasal 111 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. 

“Ancamannya kurungan penjara, minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun,” pungkasnya.