Papan penunjuk area zona aktif pembuangan sampai di TPA Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Papan penunjuk area zona aktif pembuangan sampai di TPA Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)


Editor

A Yahya


Penerapan pemetaan zonasi sampah merupakan solusi untuk mengatasi bau sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Batu. Karena tumpukan sampah sudah penuh kini giliran Zona Sel Pasif mulai ditimbun tanah.

Pemetaan zonasi sampah ini untuk merubah tatanan sampah.  Ditata zona sel tempat pembungan sampah zona aktif, dan zona pasif. 

Ya fungsi zona aktif ini nantinya khusus untuk tumpukan sampah. Sedangkan di zona pasif bebas dari tumpukan sampah. “Tapi kalau di zona pasif sudah penuh, akan dipindah ke zona aktif. Nanti zona pasif akan diratakan kembali menggunakan zona aktif. Dan sebaliknya, memang kita buat seperti itu sampai kita mendapatkan mesin pencacah sampah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.

Ia menambahkan zona pasif ini merupakan tempat sampah yang tidak aktif. Sehingga tidak boleh ditumpuk dan ditambah lagi dengan sampah baru. “Karena itu kami timbun dengan tanah. Sehingga baru bisa dimanfaatkan untuk hal lainnya,” ungkapnya.

Luas zona pasif itu sekitar 4000 meter, sedangkan zona aktif luasnya sekitar 5000 meter persegi. Pengerjaan ini diperkirakan selesai dalam waktu dua sampai tiga minggu. 

Melihat lahan zona pasif yang luas, dan dikerjakan hanya dengan dua traktor saja. Dengan ditimbunnya zona tersebut bisa dimanfaatkan hal lain. Misalnya untuk lahan pertanian, yang bisa ditanami beberapa tanaman.

Menurutnya cara ini dirasa cukup efektif mengingat TPA Tlekung ini hanya mampu hingga kurang lebih dua sampai tiga tahun mendatang. “Kami terus berupaya selain dengan mendatangkan mesin pengolah sampah yang sedang diproses, melalui system baru ini juga mampu mengatasi masalah,” tutup mantan Camat Batu ini.


End of content

No more pages to load