Ilustrasi. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Ilustrasi. (Foto: Dokumen MalangTIMES)



Berbagai kemudahan muncul seiring perkembangan dunia digital, termasuk dalam hal beribadah. Salah satunya berkurban, kini masyarakat bisa kurban online. Seperti yang ditawarkan Gojek Indonesia yang menggandeng lima lembaga amil zakat untuk memudahkan penggunanya melakukan pembayaran kurban. 

Dalam keterangan tertulisnya, Vice President Corporate Communications Gojek Kristy Nelwan mengungkapkan bahwa pengguna Gojek dapat berpartisipasi menjalankan ibadah kurban dengan memilih program yang disediakan oleh Lembaga Amil Zakat mulai dari Rp 5.000, melalui GO-TIX di aplikasi GOJEK maupun laman go-tix.id

Selain Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), lembaga amil zakat yang turut bekerja sama adalah Rumah Zakat, Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (NU Care-LazisNU), Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah (Lazismu), dan Daarut Tauhiid Peduli (DT Peduli).

"Melalui inovasi digital, diharapkan jutaan pengguna GOJEK dan masyarakat Indonesia lebih luas dapat lebih mudah menjalankan ibadah kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 H," ujarnya. Layanan program tersebut, dibuka mulai Jumat (12/7/2019) hingga perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 H pada 11 Agustus 2019 mendatang. 

Para pengguna GOJEK akan memperoleh kemudahan akses dalam mengikuti kegiatan dan menjalankan ibadah kurban melalui program Berkah Idul Adha. "Masing-masing lembaga amil zakat akan menawarkan berbagai pilihan kegiatan yang memudahkan para pengguna untuk menjalankan ibadah kurban," terangnya.

Kristy ​menyampaikan, sejak 2018 lalu pemanfaatan GO-TIX dalam kegiatan berkurban selalu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. "Pemanfaatan inovasi digital untuk pembayaran kurban tidak hanya memudahkan masyarakat dan meningkatkan transparansi, tetapi dapat semakin memberikan dampak sosial yang diperoleh dari potensi ekonomi kurban di Indonesia," pungkasnya.

Sementara itu, data BAZNAS tahun 2018 menyebutkan bahwa potensi ekonomi kurban Indonesia dapat mencapai Rp 60 triliun. Perputaran ekonomi tersebut tidak hanya memberikan dampak bagi kesejahteraan peternak, tetapi juga meratanya pendistribusian daging kurban ke masyarakat desa ataupun yang membutuhkan.


End of content

No more pages to load