Pemaparan 10 besar tim lomba Inotek di Ngalam Command Center (NCC). (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Pemaparan 10 besar tim lomba Inotek di Ngalam Command Center (NCC). (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



Lomba Inovasi Teknologi (Inotek) yang digelar Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang memasuki babak baru. Kali ini, dilakukan FGD (focus group discussion) dan evaluasi terhadap seluruh inovasi yang masuk 10 besar dari empat kategori yang diperlombakan.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Barenlitbang Kota Malang Rukayah menyampaikan, FGD sudah dilakukan sejak 13 Juli lalu untuk bidang agrobisnis. Kemudian dilanjutkan FGD bidang Kesehatan dan lingkungan hidup pada 16 Juli 2019 kemarin.

"Dan hari ini dilakukan FGD dan evaluasi untuk bidang teknologi informasi dan komunikasi. Selanjutnya besok akan ada FGD bidang energi," katanya kepada MalangTIMES saat ditemui di sela-sela kegiatan FGD 10 besar peserta lomba Inotek yang digelar di Ngalam Command Center (NCC), Rabu (17/7/2019).

Perempuan berhijab itu menyampaikan, total ada 107 proposal yang masuk dalam tahapan pendaftaran. Proposal tersebut kemudian dievaluasi dan dinilai oleh tim juri yang merupakan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Kota Malang. 

"Masing-masing kategori kami ambil 10 besar dan dilakukan pemaparan serta evaluasi langsung oleh juri," imbuhnya.

Pasca-pemaparan dan evaluasi, menurut Rukayah, akan dilakukan tahap penilaian oleh tim juri hingga satu minggu ke depan. Kemudian akan ditentukan juara satu hingga tiga dari masing-masing bidang. Total hadiah secara keseluruhan sebesar Rp 84 juta. "Selanjutnya akan ada penganugerahan dan penyerahan hadiah," ungkapnya lagi.

Lebih jauh dia menyampaikan, sederet karya yang disuguhkan dalam lomba Inotek selama ini dinilai memiliki inovasi yang bagus. Bahkan tak sedikit yang bisa diimplementasikan untuk kebutuhan pembangunan Kota Malang pada masa depan yang berdaya saing.

Sehingga, ke depan dia berharap agar inovasi yang dihasilkan itu bisa dikembangkan lebih baik lagi oleh masing-mading peserta lomba. Setelah dilakukan penyempurnaan, diharapkan temuan yang ada bisa diimplementasikan untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari.

"Seperti inovasi dalam teknologi air yang baru saja dipaparkan misalnya. Sangat bagus jika seandainya bisa disempurnakan dan diimplementasikan," kata Rukayah lagi.

Namun sayangnya, Barenlitbang Kota Malang belum bisa memberikan pendampingan dalam penyempurnaan sederet inovasi yang dihasilkan karena dalam regulasi memang tidak dibenarkan. Meski begitu, dia sangat berhatao inovasi yang diciptakan tersebut terus dilakukan kajian lebih mendalam untuk kebutuhan masyarakat di masa sekarang dan mendatang.

Sementara itu, dari pantauan MalangTIMES, para peserta yang hadir sejak Rabu (17/7/2019) pagi tampak melakukan pemaparan secara bergantian. Juri yang dihadirkan pun memberikan beberapa evaluasi serta masukan yang bisa dimanfaatkan untuk menyempurnakan setiap inovasi yang dihasilkan.

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load