Risky Satria Anggala beserta barang bukti hasil curian saat diamankan polisi (Foto  Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Risky Satria Anggala beserta barang bukti hasil curian saat diamankan polisi (Foto Humas Polres Malang for MalangTIMES)



Tidak hanya barang berharga seperti perhiasan, kendaraan bermotor, uang, serta perangkat elektronik saja yang marak dijadikan incaran maling. Nyatanya, di pertengahan bulan Juli ini rokok juga menjadi sasaran utama pelaku tindak pencurian.

Terbukti, pada hari Selasa (16/7/2019) jajaran kepolisian Polsek Turen berhasil mengamankan seorang pelaku pencurian rokok. Tersangkanya diketahui bernama Jumai, warga Jalan Pendowo Desa Jeru Kecamatan Turen. Pria 49 tahun itu mengaku terpaksa mencuri di tempatnya bekerja lantaran butuh biaya untuk membayar hutangnya.

Dari penyidikan polisi, Jumai melancarkan aksi pencurian sebanyak tujuh kali. Akibat perbuatannya, pemilik toko tempat tersangka bekerja, yakni toko Rokok Amin Jaya, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman Kelurahan/Kecamatan Turen harus mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Terbaru, kasus serupa juga menimpa Ningsih warga Jalan Watu Danar Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso. Toko miliknya yang berlokasi di Pasar Karangploso juga dijadikan sasaran maling, Selasa (16/7/2019).

Meski berhasil membobol toko milik korbannya, pelaku nyatanya hanya mengambil  beberapa slop rokok. Setelah berhasil membawa kabur barang hasil curian. Kurang dari 24 jam pelaku pencurian akhirnya behasil diamankan. Tersangkanya bernama Risky Satria Anggala warga Dusun Kedawung Desa Ngijo Kecamatan Karangploso. 

“Tersangka Risky ini kami amankan saat yang bersangkutan sedang berada di kediamannya. Ketika itu pelaku baru saja pulang setelah menjual sebagian rokok hasil curian,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Rabu (17/7/2019).

Diperoleh keterangan, Risky mengaku jika pihaknya beraksi saat dini hari. Dengan mengendarai sepeda motor, remaja 20 tahun itu tiba di toko milik korban sekitar pukul 01.00 WIB. Setibanya di lokasi kejadian, pelaku langsung beraksi dengan cara membuka pintu toko milik korbannya. 

"Tersangka membobol pintu toko milik korban dengan menggunakan kunci palsu yang sebelumnya sudah disiapkan pelaku,” terang anggota polisi yang akrab disapa Ainun ini.

Perwira polisi dengan tiga balok dibahu ini menambahkan, setelah berhasil membobol pintu toko. Pria yang kini berusia kepala dua itu kemudian masuk kedalam gudang tempat penyimpanan barang dagangan. Yakni dengan cara memanjat atap gudang. 

“Ketika berhasil masuk kedalam gudang, tersangka mengambil beberapa slop rokok berbagai merk yang kemudian kabur melalui jalan semula,” imbuh Ainun.

Berselang beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 05.30 WIB. Pemilik toko tiba di lokasi kejadian. Saat itu Ningsih yang berniat mengambil barang  digudang, mendapati berbagai barang dagangan berupa rokok yang disimpan di bawah meja sudah raib. Menyadari jika tokonya baru saja kemalingan, wanita 56 tahun itu akhirnya melapor ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, Unit Reskrim Polsek Karangploso bergegas melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Dari keterangan beberapa saksi dan hasil pendalaman polisi. Pelakunya mengarah kepada Risky, yang kemudian langsung dibekuk petugas di rumahnya.

Saat diamankan, polisi mendapati berbagai barang bukti. Diantaranya dua buah kunci modifikasi yang digunakan membobol toko, satu slop rokok dan enam bungkus rokok merk sampurna mild, serta uang tunai senilai Rp 190 ribu yang merupakan sisa hasil penjualan rokok. Selain itu, satu unit sepeda motor Vega ZR nopol N-2203-CD yang digunakan sarana mencuri oleh pelaku, juga turut disita polisi sebagai barang bukti.

Hingga berita ini ditulis, anggota korps berseragam coklat ini masih terus melakukan penyidikan. Sebab polisi menduga jika pelaku sering melancarkan aksi pencurian dibeberapa lokasi kejadian. “Tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP, tentang kasus pencurian dengan pemberatan (curat),” tutup mantan Kasat Binmas Polres Malang ini.

 


End of content

No more pages to load