Kepala Bapenda Kabupaten Malang Dr Purnadi saat menunjukkan aplikasi Simpal BPHTB (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Kepala Bapenda Kabupaten Malang Dr Purnadi saat menunjukkan aplikasi Simpal BPHTB (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



Baru memasuki semester pertama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang langsung tancap gas. Salah satunya dengan mengoptimalkan sektor pendapatan asli daerah (PAD), dengan cara menggenjot pendapatan pajak.

Alhasil, hingga awal bulan Juli lalu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dikepalai Dr Purnadi ini mendapat penghasilan pajak daerah mencapai lebih dari Rp 117,5 milyar. Jumlah tersebut jika diprosentasekan sudah mencapai 54,48 persen dari target yang ditentukan yakni Rp 215,8 milyar di tahun 2019.

“Dari 10 kategori pendapatan pajak daerah yang kami kelola, sektor pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) memperoleh pendapatan tertinggi,” kata Dr Purnadi selaku Kepala Bapenda Kabupaten Malang, kepada MalangTIMES.com.

Rinciannya, hingga 10 Juli tercatat sudah 87 persen target yang ditentukan di sektor BPHTB sudah terpenuhi. Dimana dari target Rp 55 milyar, Bapenda Kabupaten Malang sudah mengantongi pendapatan lebih dari Rp 47,7 milyar.

“Tahun ini kami optimis sektor pajak BPHTB bakal kembali mendulang surplus,” terang mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.

Perlu diketahui, di tahun 2018 lalu Sektor pajak BPHTB mengalami surplus lebih dari 41 persen. Saat itu Bapenda Kabupaten Malang mengantongi Rp 112,9 milyar dari jumlah target yang hanya dipatok Rp 80 milyar.

“Dengan mengoptimalkan kinerja tim, termasuk menyosialisasikan aplikasi SimpalBPHTB (Sistim Pelayanan Validasi BPHTB Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) kepada masyarakat, target yang sudah ditentukan kemungkinan besar bisa terpenuhi sebelum tutup buku di tahun 2019,” tutup Dr Purnadi.

 


End of content

No more pages to load