Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso saat hadir di Advocacy Horizontal Learning (AHL) AKKOPSI, Kamis (8/8/2019) di Pendopo Agung Kabupaten Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso saat hadir di Advocacy Horizontal Learning (AHL) AKKOPSI, Kamis (8/8/2019) di Pendopo Agung Kabupaten Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



Jawa Timur (Jatim) belum 100 persen Open Defecation Free (ODF). Artinya, belum semua kota dan kabupaten di Jatim yang masyarakatnya tidak buang air sembarangan. Salah satunya adalah Kabupaten Malang, yang saat ini secara bertahap sudah mulai berbenah dan mendorong masyarakatnya untuk tidak buang air secara sembarangan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso menyampaikan, dari total 38 kota dan kabupaten di Jatim, baru beberapa saja yang 100 persen ODF. Sehingga, pemprov terus mendorong agar ada upaya yang dilakukan pemerintah daerah agar masyarakat tertib dalam menjaga lingkungan.

"Di Kabupaten Malang belum semua 100 persen ODF, dan baru Wonosari yang sudah 100 persen ODF. Kami berharap itu tetap dipertahankan dan seluruh daerah di Kabupaten Malang segera ODF," katanya saat hadir dalam Advocacy Horizontal Learning (AHL) AKKOPSI, Kamis (8/8/2019) di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Melalui kegiatan AHL AKKOPSI ini, dia berharap akan ada inovasi baru yang bisa ditawarkan dalam memperbaiki sanitasi di seluruh daerah, utamanya Jawa Timur. Selain itu, target 100 persen ODF dapat segera terwujud dalam waktu dekat.

"Sanitasi syarat hidup sehat dan menjadi sentra yang perlu dikembangkan. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa 100 persen ODF di seluruh daerah Indonesia," imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Malang, Sanusi menyampaikan, meski belum semua daerah di Kabupaten Malang 100 persen ODF, namun secara bertahap kondisi tersebut terus diperhatikan. Rata-rata, seluruh kecamatan yang ada mencapai 80 hingga 90 persen ODF.

"Memang yang 100 persen ODF baru Wonosari, tapi ke depan akan didorong seluruh daerah ODF secara bertahap," imbuhnya.


End of content

No more pages to load