Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)



Wali Kota Malang Sutiaji memastikan bus Malang City Tour (Macito) akan kembali beroperasi.

Karena saat ini, penghentian operasi bus tingkat dua itu hanya bersifat sementara. 

Selanjutnya, akan dilakukan midifikasi ulang sesuai ketentuan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.

Pria berkacamata itu menyampaikan, bus Macito menjadi salah satu fasilitas pariwisata yang selama ini banyak diminati masyarakat. 

Namun karena spesifikasi tak sesuai dan diharuskan kembali dirombak, maka untuk sementara waktu harus dihentikan.

"Saya luruskan, Bus Macito akan tetap beroperasi, jadi tidak dihilangkan. Sementara waktu berhenti operasi menyelesaikan modifikasi," katanya pada wartawan saat ditemui di Balai Kota Malang, Selasa (13/8/2019).

Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan untuk modifikasi Macito kurang lebih Rp 400 juta.

Anggaran itu diperuntukkan mengepras beberapa bagian tubuh bus untuk dijadikan single deck.

Karena sesuai ketentuan, bus tersebut memang tidak seharusnya dijadikan dua deck.

"Selama ini tetap beroperasi karena bus sudah jadi, dan permintaan maayarakat sangat tinggi. Dan sekarang harus dibenahi karena kita harus patuh dengan aturan yang ada," imbuhnya.

Politisi Demokrat itu juga menjelaskan, beberapa bagian tubuh bus yang dirampingkan selanjutnya akan dimanfaatkan untuk beberapa kebutuhan yang lain. 

Nantinya, bagian tubuh yang dilepas akan tetap digunakan untuk beberapa kegiatan dan tidak dibuang begitu saja.

Sutiaji menyampaikan, sampai sekarang belum memiliki rencana untuk membuat kendaraan wisata baru. 

Karena Macito dinilai masih sangat efektif untuk digunakan. Meskipun nanti bus akan kembali menjadi single deck dan tak lagi sebagai bus tingkat, fasilitas gratis itu akan tetap menjadi primadina dan jujujan masyarakat saat ingin mengelilingi kota pendidikan ini.

"Nanti pasti akan kembali dioperasikan, kasus serupa kan juga pernah terjadi di Kota Bandung. Ini saatnya kita juga lebih tertib aturan. Modifikasi kemudian digunakan kembali. Belum ada rencana untuk bikin yang baru lagi," pungkas nya.


End of content

No more pages to load