Wali Kota Malang Sutiaji (kenakan kemeja putih) saat hendak membeli buku (foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Wali Kota Malang Sutiaji (kenakan kemeja putih) saat hendak membeli buku (foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, sistem literasi di kota pendidikan ini masih cukup lemah. Dengan semakin berkembangnya teknologi, generasi kekinian ia sebut lebih suka membaca sebuah peristiwa secara instant. 

Sehingga, perlu ada formulasi khusus untuk menciptakan generasi penerus yang lebih cerdas dan melek literasi.

Sutiaji menyampaikan, salah satu poin yang dikuatkan Pemerintah Kota Malang saat ini adalah melalui sistem pendidikan karakter. Meski sempat diprotes karena banyak menghilangkan skema baca, tulis, dan menghitung (calistung), pendidikan karakter dia nilai menjadi pilihan yang sangat tepat.

"Di era seperti sekarang, pendidikan karakter sangatlah penting," katanya saat hadir di peringatan 16 tahun Intans Publishing di Hotel Atria, Sabtu (7/9/2019).

Dia pun menekankan jika Indonesia membutuhkan generasi yang cerdas secara spiritual. Namun tak mengesampingkan kecerdasan intelektual. Karena ketika keduanya berjalan bersama, diyakini mampu lebih memperkuat bingkai Indonesia.

Sebelumnya, saat hadir dalam Workshop Insersi Pendidikan Anti Korupsi yang digelar di ruang sidang Balai Kota Malang (7/9/2019), pria berkacamata ini menekankan jika pendidikan karakter menjadi pondasi penting untuk membangun budaya anti korupsi. Itu pula yang dilakukan Kota Malang melalui pendidikan non calistung dan lebih menguatkan karakter pada siswa- siswa kelas 1 dan 2 SD.

"Itu harus kita kuatkan karena secara alamiah manusia memiliki sifat rakus. Merasa kurang dan kurang. Dan sifat itu lah yang menjadikan lahirnya perilaku korup," tegasnya.

Maka cara untuk menguncinya, lanjut Sutiaji, adalah menguatkan karakter. Pada dasarnya anak anak itu putih bersih, menjadi seperti apa sangat ditentukan oleh lingkungannya. Artinya menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karenanya pendidikan karakter menjadi hal penting yang terus digalakkan.

"Saya titipkan dan fitrah putih anak untuk dapat dijaga. Karena mereka menjadi aset kita ke depan," pesan politisi Demokrat itu.

Untuk memperkuat pendidikan karakter, Sutiaji menekankan jika ia akan berkantor secara bergantian ke lima wilayah kecamatan di Kota Malang. "Selain untuk monitoring langsung pelayanan publik di wilayah, itu juga akan dimanfaatkan untuk memonitor perkembangan pendidikan karakter di sekolah- sekolah yang ada," ujar Sutiaji.

 


End of content

No more pages to load