PT KAI pasang tiang penghalang di perlintasan KA Jalan Nias, mobil tak bisa lewat
PT KAI pasang tiang penghalang di perlintasan KA Jalan Nias, mobil tak bisa lewat

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar melakukan pertemuan dengan PT KAI Daop 7 Madiun membahas masalah penutupan perlintasan kereta api untuk akses mobil di Jalan Nias, Kota Blitar. Pertemuan itu juga diikuti oleh perwakilan warga Jalan Nias dan Polsek Sananwetan.

Pertemuan itu menghasilkan beberapa poin yang sudah disepakati bersama, satu di antaranya, PT KAI akan melepas bollard (tiang penghalang kendaraan) beton di perlintasan Jalan Nias.

"Rencananya, PT KAI akan melepas bollard di lokasi yang dikeluhkan warga," kata Kepala Dishub Kota Blitar, Priyo Suhartono.

Priyo mengatakan perlengkapan pengamanan di perlintasan Jalan Nias nantinya akan dipasang oleh Dishub. Terkait penutupan perlintasan untuk akses mobil, kata Priyo ke depan akan dibuka kembali. Dishub akan mengatur agar mobil melintas secara bergantian di lokasi.

"Untuk sementara bollard beton yang membatasi akses mobil yang dipasang di lokasi kami biarkan dulu. Kalau alat pengaman dan rambu-rambu sudah dipasang, nanti akses untuk mobil kami buka kembali," katanya.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, menambahkan PT KAI akan melepas palang perlintasan di Jalan Nias. Pihaknya menyerahkan tanggung jawab jalur perlintasan langsung di Jalan Nias ke Pemkot Blitar. Apakah jalur perlintasan langsung di Jl Nias akan dibuka kembali untuk akses mobil atau tidak akan dievaluasi dan dilaksanakan oleh Pemkot Blitar.

"Seperti di tempat lain, Pemda bisa mengambil alih pengaman perlintasan atau swadaya warga," imbuh Ixfan.

Ixfan menjelaskan pertimbangan PT KAI melepas palang perlintasan di Jalan Nias karena perlintasan itu masih satu pararel dengan perlintasan Jalan A Yani, Kota Blitar. Sesuai aturan satu petugas hanya menjaga satu palang perlintasan saja.

"SOP-nya seperti itu, satu petugas wewenangnya menjaga satu perlintasan. Petugas yang menjaga perlintasan secara pararel sudah berpotensi bahaya bagi perjalanan KA dan pengguna ketika kendaraanya bermasalah di perlintasan," paparnya.

Perwakilan warga Jalan Nias, Riyanto, berhadap perlintasan kereta api di lokasi tetap bisa diakses semua kendaraan baik roda dua dan roda empat. Penutupan perlintasan untuk akses mobil akan mempersulit aktivitas warga.

"Misalkan ada peristiwa kebakaran, mobil pemadam akan kesulitan menuju ke lokasi kalau perlintasan ditutup untuk akses mobil," tukas Riyanto.(*)