Wali Kota Malang, Sutiaji (Dok. MalangTIMES)

Wali Kota Malang, Sutiaji (Dok. MalangTIMES)



Malang Night Market menjadi salah satu destinasi wisata malam hari yang sejak beberapa tahun terakhir dijalankan Pemerintah Kota Malang. Namun sayangnya, keberadaan Malang Night Market masih dinilai belum maksimal untuk mengakomodasi wisata malam hari sebagaimana yang dicari wisatawan.

Hal it disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji belum lama ini. Melihat kondisi itu, ia pun berencana menambah keramaian ke pusat kota yang lebih banyak dilalui masyarakat. Satu di antaranya adalah Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) yang sejak beberapa waktu lalu memang sudah diperbincangkan.

"Saya sudah konsultasi dengan Ibu Gubernur Jatim. Rencananya memang kami ingin meramaikan TKBJ," katanya kepada MalangTIMES baru-baru ini.

Pria berkacamata itu menyampaikan, TKBJ akan disulap sebagai wisata malam hari yang menyuguhkan sederet atraksi hingga kulineran khas Malang. Sehingga, dia berharap, wisatawan yang berkunjung ke Malang tak bingung menghabiskan waktu luangnya di sore hingga malam hari.

Lebih jauh dia menyampaikan, selain TKBJ, saat ini Pemkot Malang juga konsentrasi membangun kawasan Kayutangan Heritage. Setelah dibangun dengan median jalan yang lebih bagus dan penerapan satu jalur, maka kawasan Kayutangan Heritage akan menjadi kawasan yang hidup selama 24 jam.

"Termasuk Kayutangan, nanti akan hidup 24 jam dan bisa dijadikan tempat ajang kreativitas anak-anak muda. Bisa jadi Car Free Day (CFD) nanti bisa diperluas sampai ke Kayutangan. Karena kami juga menjual heritage dan bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan dari pagi sampai malam hari," paparnya.

Selain itu, Sutiaji menekankan pada wisata kuliner yang saat ini terus dipetakan. Dia menargetkan, wisata kuliner dapat teebangun dengan baik dan bisa memanjakan wisatawan yang berkunjung ke kota pendidikan ini. Sebab, selama ini, kuliner Kota Malang banyak diburu.

"Dan kami juga menginginkan ada kawasan wisata edukasi untuk keluarga, yang mengakomodir kebutuhan anak dan orangtua. Kemudian wisata heritage, wisata halal, dan wisata kuliner," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load