Heri Cahyono saat ditemui wartawan terkait pembahasan periapannya untuk maju mencalonkan diri menjadi Bupati Malang 2020 melalui jalur independen (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Heri Cahyono saat ditemui wartawan terkait pembahasan periapannya untuk maju mencalonkan diri menjadi Bupati Malang 2020 melalui jalur independen (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



Dengan mengenakan kaos berkerah berwarna biru yang bertuliskan Sam HC di dada sebelah kiri, Heri Cahyono terlihat begitu mantap saat menggelar konferensi pers pra konvensi, Jumat (8/11/2019) pagi.

Dalam acara yang diselenggarakan di salah satu rumah makan yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pria kelahiran 12 Desember 1975 ini memilih mencalonkan diri menjadi Bupati Malang 2020 melalui jalur independen (perseorangan).

”Potensi di Kabupaten Malang yang tersebar di 33 Kecamatan ini sebenarnya memiliki keunggulan masing-masing. Baik di bidang SDA (Sumber Daya Alam) maupun dibidang SDM (Sumber Daya Manusia). Hanya saja potensi tersebut masih tertutup debu,” terang pria yang akrab disapa Sam HC ini, saat ditemui MalangTIMES.com usai konferensi pers, Jumat (8/11/2019).

Dijelaskannya, potensi yang tertutup debu itu dapat dibuktikan dengan terjadinya tindak korupsi. Dampaknya citra dan potensi di Kabupaten Malang menjadi tercoreng. ”Saya maju melalui jalur independen atas mandat dan amanah dari masyarakat. Dari sekian tokoh dan organisasi yang ada, masyarakat melalui gerakan Malang Jejeg memilih saya untuk mencalonkan diri menjadi Bupati Malang,” terang Sam HC.

Menurutnya, keputusan yang diambil melalui jalur perseorangan ini sudah final. Bahkan jika ada tawaran dari Parpol (Parai Politik) pihaknya tidak akan menggubrisnya. ”Ya sudah final. enggak, enggak,” tegasnya saat ditanya wartawan jika ada tawaran dari Parpol.

Sam HC bersama dengan organisasi Malang Jejeg yang digagasnya, mengaku sudah melakukan pergerakan hingga ke pelosok desa yang ada di beberapa wilayah Kabupaten Malang. Pergerakan yang dilakukan tersebut untuk memenuhi persyaratan untuk mencalonkan diri melalui jalur independen.

”Persayaratannya sudah lengkap, tak terkecuali persyaratan administratif untuk mengumpulkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) sebagai ketentuan maju melalui jalur perseorangan. Sudah terkumpul sebanyak 200 ribu KTP,” ungkap Sam HC.

Ketika ditanya terkait prediksi kemenangannya, pendiri Pesantren Tahfizh Al-Qur’an ini mengaku jika dirinya sangat optimis bisa memenangkan kontestasi pesta demokrasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Malang. ”Peluangnya menang Insyaa Allah, targetnya dari jalur independen ini bisa memperoleh suara 40 persen (dari jumlah DPT),” tegasnya.

Terkait siapa pasangan Cawabup (Calon Wakil Bupati) yang bakal mendampinginya. Sam HC mengaku masih menjaringnya melalui konvensi. ”Pencarian Calon Wakil Bupati melalui konvensi ini, kami deadline hingga akhir bulan (November),” sambung Sam HC.

Meski sudah resmi dibuka, namun pria 43 tahun itu mengaku masih belum mendapatkan dan memiliki gambaran terkait siapa orang yang akan dampinginya maju menjadi bupati melalui jalur independen.

”Masih penjaringan, syaratnya ada dua. Pertama kandidat calon bupati yang mendampingi saya harus memiliki integritas, yang kedua harus memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni,” pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load