Hujan deras dan angin kencang menghantam Desa Jatiguwi, Sumberpucung, yang menyebabkan kerusakan belasan rumah dan bangunan lainnya. (PMI for MalangTimes)
Hujan deras dan angin kencang menghantam Desa Jatiguwi, Sumberpucung, yang menyebabkan kerusakan belasan rumah dan bangunan lainnya. (PMI for MalangTimes)

Hujan deras disertai angin kencang kembali melanda wilayah Malang Selatan. Setelah Rabu (13/11/2019 terjadi di wilayah Gedangan dan membuat delapan rumah warga rusak dengan berbagai tingkat keparahan berbeda, bencana tersebut menghantam Kepanjen sampai Sumberpucung (14/11/2019).

Hujan deras dan angin kencang di wilayah Kepanjen dan Sumberpucung itu telah membuat puluhan rumah warga, khususnya di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, mengalami kerusakan. Menurut laporan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, terdapat 15 rumah rusak. Satu gedung posyandu dan satu kandang sapi juga rusak.

"Ada belasan rumah yang rusak dikarenakan hujan deras disertai angin di Desa Jatiguwi. Kejadiannya diperkirakan sekitar pukul 14.10 WIB tadi," ucap Mudji Utomo, kasubsi penanggulangan bencana PMI Kabupaten Malang, Kamis (14/11/2019).

Belasan rumah itu rata-rata rusak bagian atapnya dikarenakan angin kencang. Rinciannya, terdapat 12 rumah rusak ringan, 2 rumah rusak sedang, dan 1 rusak berat. Selain itu, satu kandung sapi pun roboh dan rusak berat serta atap gedung taman posyandu roboh.

Walau tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, diperkirakan warga terdampak mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 20 juta.
"Kalau kerugian diperkirakan sekitar itu. Kini yang dibutuhkan warga terdampak adalah terpal, terutama yang rumahnya tidak berat, karena dikhawatirkan hujan akan kembali turun nanti malam," ujar Mudji.

Sejak peristiwa terjadi sekitar pukul 14.10 WIB, berbagai elemen dari Pemerintah Desa Jatiguwi, babinsa dan bhabinkamtibmas, Tagana, BPBD, KSR PMI, sampai warga secara bergotong-royong melakukan pembersihan puing-puing atap rumah atau tembok yang runtuh. "Tim gabungan langsung melakukan pembersihan dan assessment sejak peristiwa terjadi," ujar Mudji.

Bencana angin kencang disertai hujan deras kerap menjadi langganan di Kabupaten Malang. Tahun 2019 ini, tercatat dari akhir Oktober, bencana ini telah membuat rusak rumah warga di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, yang diprediksi membuat kerugian sekitar Rp 15 juta. Setelah itu, Rabu (14/11/2019) kemarin angin kencang dan hujan deras terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, yang memgakibatkan  delapan rumah mengalami kerusakan dan ditaksir kerugian mencapai Rp 15 Juta. Selang satu hari, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, yang dihajar hujan deras disertai angin kencang dengan jumlah bangunan terdampak mencapai 17 unit.

Kondisi itu patut diwaspadai ke depannya. Sebab, musim hujan diprediksi akan mulai turun secara merata di bulan November-Desember 2019 ini. Bila disertai angin kencang, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang harus mulai siaga. Pasalnya, dari jejak bencana alam dalam beberapa tahun lalu, misalnya 2018 lalu, bencana alam yang paling banyak terjadi adalah angin kencang dan puting beliung. Disusul longsor dan banjir. 

"Paling banyak angin kencang dan puting beliung. Diikuti longsor dan banjir karena terkait musim," ujar Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan.

Dia berharap berbagai bencana  tahun lalu tak terlalu banyak terjadi menjelang tutup tahun 2019 ini. "Harapan saya dan tentunya kita seperti itu. Tapi siapa yang akan tahu akan datangnya bencana. Karena itu, kami tetap siagakan personel BPBD di berbagai wilayah yang bersinergi dengan elemen lainnya," ucap Bambang.