Petugas Satpol PP saat diberi pengarahan oleh Dinsos Kota Malang sebelum melakukan razia PKMS (Hendra Saputra)
Petugas Satpol PP saat diberi pengarahan oleh Dinsos Kota Malang sebelum melakukan razia PKMS (Hendra Saputra)

Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti anak jalanan (anjal), pengemis, pengamen bahkan orang dengan ganguan jiwa (ODGJ) yang ditemukan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang di jalanan saat razia sangatlah manusiawi karena terlebih dahulu diberi pengertian.

Dinsos Kota Malang yang ingin masyarakatnya bekerja dengan layak, terus optimalkan razia untuk menjaring beberapa PKMS di jalanan.

Setelah terjaring razia, mereka akan didata dan kemudian dibina di Camp Assesment agar mendapatkan skill bekerja. Harapannya setelah dibina tentu mereka tidak kembali ke jalanan dan menjalani hidup sewajarnya.

"Jadi ketika razia, kami bawa para PKMS di jalanan yang kami temukan itu kemudian kami data dan dibina. Dibina sendiri dalam arti mereka diberi skill bekerja yang sesuai dengan masing-masing individu, jadi mereka setelahnya bisa bekerja dengan layak," ujar Kasi Rehabilitasi Sosial dan Pelayanan Sosial Bagi Penyandang Tuna Sosial yang sekaligus menjabat Plt Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Malang, Heri Wiyono.

Ketika dijumpai MalangTIMES sebelum berangkat razia, Heri memberikan imbauan kepada petugas Satpol PP yang kebetulan sudah bekerjasama dengan Dinsos terkait penjaringan PKMS di jalanan agar tidak melakukan tindakan yang represif.

"Harapan kami teman-teman (Satpol PP) menghindari tindakan represif, agar mereka tidak melarikan diri," kata Heri.

Di sisi lain setelah melakukan penjaringan, PKMS akan dibawa ke Camp Assesment untuk didata dan kemudian dibina. Jika memang warga Kota Malang, mereka akan dilakukan pembinaan untuk melatih skill bekerja. Sementara jika memang diketahui bahwa mereka adalah warga luar kota, Dinsos langsung akan mengembalikannya ke daerah asalnya.

"Jadi saat pendataan itu kami lihat, mereka warga Kota Malang atau bukan, jika iya maka mereka akan kami bina dengan melatih skill bekerja. Jika warga luar kota, mereka langsung akan kami kembalikan ke daerahnya," cetus Heri.