Suasana pelepasan balon launching inovasi pelayanan publik di halaman Balaikota Malang, Senin (23/12) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana pelepasan balon launching inovasi pelayanan publik di halaman Balaikota Malang, Senin (23/12) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Para penyandang tunanetra di Kota Malang kini makin dipermudah dengan inovasi baru dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Saat mengurus administrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), mereka akan mendapatkan dua versi cetakan. Yakni KTP biasa ditambah KTP yang menggunakan huruf braile.

Untuk mempermudah pelayanan publik, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melaunching tiga inovasi sekaligus. Inovasi-inovasi tersebut diharapkan akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengurusi segala kebutuhan administrasi kependudukan. 

Inovasi layanan publik itu diresmikan Wali Kota Malang Sutiaji, di halaman Balaikota Malang, Senin (23/12/2019) siang. Ketiganya, yakni Andok Petis (Antar Dokumen Pelayanan Gratis), Bersuami (Bermain Simulasi Administrasi kependudukan), dan Aduh Bra (Administrasi Dukcapil Huruf Braile).

Salah satu inovasi, yakni Aduh Bra, menjadi fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Pemkot Malang melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang, ingin memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakatnya untuk mendapatkan dokumen kependudukan yang sesuai.

Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) saat memberikan data kependudukan berhuruf braile kepada penyandang tunanetra (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

"Ada tiga inovasi yang dikeluarkan Dispendukcapil. Artinya bagaimana ke depan pelayanan masyarakat, semakin hari semakin bagus. Dukcapil menjadi kunci pertama untuk pemberian identitas itu, harapan kami sedini mungkin ini bisa dilakukan dengan maksimal," ujar Sutiaji.

Melalui Aduh Bra, masyarakat penyandang disabilitas akan diberi kemudahan dengan data kependudukan yang dapat dibaca melalui huruf braile. Sekaligus, juga tetap mendapatkan data kependudukan sesuai dengan ketentuan negara.

"Sehingga KTP biasa dia punya sesuai peraturan perundang-undangan, tapi kita juga cetakkan lembaran huruf braile. Yang penting tentang adminduk (administrasi kependudukan)," ungkap Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarny.

Eny menjelaskan, dalam membuat inovasi Aduh Bra tersebut dengan perjanjian kerjasama (PKS) dengan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur. Saat ini baru ada enam penyandang tunanetra yang telah mendapatkan pelayanan inovasi itu. 

Karenanya, dengan di-launching hari ini, ia berharap masyarakat yang membutuhkan untuk segera mengurus ke kantor Dispendukcapil Kota Malang. "Saat ini memang baru enam orang, melalui launching hari ini ke depan kami berharap kepada penyandang tunanetra yang memiliki KTP, akta kelahiran, KK (Kartu Keluarga) dan administrasi dokumen lainnya bisa dihurufkan braile pada kami," pungkasnya.