Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) saat melakukan tinjauan Gerbu di Perkantoran Terpadu Kota Malang (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) saat melakukan tinjauan Gerbu di Perkantoran Terpadu Kota Malang (Foto: Humas Pemkot Malang)

Geliat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang guna menekan jeratan rentenir alias bank titil terhadap warganya melalui Gerakan Seribu Rupiah (Gerbu) untuk setiap aparatur sipil negara (ASN) sudah diterapkan. Bahkan, mengawali tahun 2020, Wali Kota Malang Sutiaji kembali mengingatkan ASN akan gerakan tersebut sebagai bentuk sedekah.

"Saya yakinkan tidak akan rugi, dan tidak memberatkan. Serta diingatkan shodaqoh itu akan menolak bala," jelasnya saat melakukan monitoring awal kerja di tahun 2020 kepada ASN di Perkantoran Terpadu (Block Office) Kota Malang belum lama ini.

Dalam giatnya tersebut, ia memastikan semua ASN telah rutin menjalankan instruksi Gerbu. Ia meyakini, melalui program itu dana yang terkumpul bakal dikucurkan untuk berbagai permasalahan sosial. 

Apalagi, ada potensi minimal yang terhimpun setiap tahunnya sebesar Rp 2,7 miliar dari Gerbu. Jumlah tersebut, terkumpul dari sekitar 7.500 ASN Pemkot Malang.

"Itu kalau seribu rupiah, karena saya percaya pasti nanti ada yang lebih dari seribu rupiah. Belum lagi kalau menghitung yang non ASN serta di lingkungan pendidikan, pasti itu akan menjadi modal konstruktif," imbuhnya.

Lebih lanjut politisi Demokrat itu menjelaskan, Gerbu bisa menjadi kebiasaan yang nantinya lebih dikuatkan. Harapannnya, melalui itu angka kemiskinan di Kota Malang bisa menurun.

"Tinggal bagaimana Gerbu ini menjadi habit (kebiasaan), budaya dan nilai yang mengakar serta membiasa. Sehingga harapannya pelan tapi pasti, mudah-mudahan angka kemiskinan kita semakin menurun," tandasnya.