Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (baju hitam) saat meninjau ke kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (baju hitam) saat meninjau ke kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang (Foto: Humas Pemkot Malang)

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam mengupayakan penanggulangan masalah banjir melalui zonasi saluran drainase sudah memasuki babak baru. Karena, saat ini Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kota Malang telah membahas penyusunan peta.

Saluran drainase itu nantinya akan menyebar di seluruh tingkat kelurahan di wilayah Kota Malang. Artinya, genangan air di setiap kawasan akan terpantau dengan baik.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, program DPUPR Perkim Kota Malang tersebut memang menjadi salah satu perhatian Pemkot Malang. Di samping, masalah kesehatan dan pendidikan yang dinilai mampu menopang Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Kota Malang.

"SDM unggul menjadi perhatian Pak Wali Kota Sutiaji bersama saya," jelasnya, saat meninjau kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang belum lama ini.

Program yang saat ini tengah disusun oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang ini juga diapresiasi. Diharapkan, pengawalan kinerja fisik hingga non fisiknya tetap berjalan untuk keberhasilan program tersebut.

"Langkah keselarasan program ini (saluran drainase tersebar ditingkat Kelurahan), saya apresiasi sebagai wujud upayanya, dan saya pesankan program fisik penting kita kawal dengan baik tapi program non fisik tolong diperhatikan pula," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang Hadi Santoso menyatakan melalui program tersebut, masing-masing Kelurahan nantinya diharapkan mampu mendeteksi secara cermat titik-titik genangan air dan bisa melakukan langkah preventif pencegahan banjir.

"Peta drainase sedang disusun, nanti itu kan sebarannya hingga ke tingkat kelurahan. Sehingga Kelurahan bisa memantau. Yang sederhana, bila ditemukan titik genangan maka pada titik itu dibuatkan lubang resapan atau biopori," ungkapnya.