Kondisi Bundaran Serayu malam tadi (23/3), Warung Kopi Joss Bundaran (Kanan) sebelum dilakukan operasi penertiban keramaian
Kondisi Bundaran Serayu malam tadi (23/3), Warung Kopi Joss Bundaran (Kanan) sebelum dilakukan operasi penertiban keramaian

Sejumlah warga masih enggan melaksanakan anjuran pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Terbukti, pada malam hari masih ada pemuda yang nongkrong malam-malam di kedai-kedai kopi di Kota Madiun. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun pun menerjunkan tim gabungan untuk menghalau massa yang masih beraktivitas santai di luar rumah. Tindakan tersebut sesuai dengan instruksi dari Presiden, Kapolri dan Gubernur Jawa Timur.

Seperti pada Senin (23/3/2020) pukul 23:00 WIB. Tim gabungan masih menemukan beberapa pemuda nongkrong di warung kopi saat gelaran operasi penertiban keramaian. 

Operasi itu dilakukan di beberapa titik, di antaranya Warung Kopi Joss Bundaran Serayu dan sekitarnya. Juga di beberapa tempat hiburan malam seperti New Castle dan warung-warung kopi di sepanjang Jalan Taman Praja.

Operasi penertiban keramaian tersebut sudah dilakukan sejak Senin (22/3) lalu di beberapa titik Kota Madiun. Misalnya di seputaran Jalan Mastrip, sepanjang Jalan Pahlawan hingga Jalan Cokroaminoto yang menjadi pusat keramaian masyarakat. 

Penertiban tersebut dilakukan guna mengantisipasi keramaian yang melibatkan banyak massa. Mengingat, hal tersebut dilakukan untuk menekan potensi penyebaran virus Corona atau penyakit Covid-19.

Operasi tersebut juga didampingi oleh beberapa pihak terkait seperti Satpol PP Kota Madiun, Kapolsek, Komando Rayon Militer (Koramil), Lurah, Camat dan Komandan Distrik Militer (Dandim). 

Pemkot juga menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat selama operasi penertiban tersebut berlangsung.

“Diinformasikan kepada seluruh masyarakat Kota Madiun untuk tetap melaksanakan protokol keselamatan diri dengan tetap berada di rumah dan tidak berkerumun. Hindari keramaian dan tempat umum, keluar rumah hanya saat benar-benar diperlukan dan segera kembali,” demikian imbauan yang disampaikan menggunakan pengeras suara.

Imbauan tersebut turut disertai dengan beberapa tips melawan Corona dari Diskominfo Kota Madiun. Seperti mencuci tangan sesudah dan sebelum memulai aktivitas, berjemur di bawah terik matahari setiap pagi, berolahraga dan mengkonsumsi makanan yang bergizi, serta segera melakukan pemeriksaan jika terdapat gejala klinis seperti demam, batuk dan pilek.

Kapolres Kota Madiun juga menyampaikan bahwa operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Maklumat Kepolisian nomor Mak/2/III/2020 tanggal 19/3 lalu. "Izin keramaian sudah tidak diberikan agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas dan meresahkan masyarakat," tegasnya.