Data penyebaran Covid-19 di Jatim
Data penyebaran Covid-19 di Jatim

Jumlah penambahan angka pasien positif Covid-19 di Jatim menunjukkan angka yang terus naik. Terbaru pada Minggu (29/3) sudah ada 90 orang yang dinyatakan positif. Bertambah 13 dari satu hari sebelumnya yang sebanyak 77.

Diprediksi jumlah ini akan terus bertambah. Dan pada akhir Maret bisa tembus hingga 100 orang positif.

Selain jumlah positif yang bertambah, jumlah orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) juga ikut bertambah. Jumlah PDP sudah sebanyak 336 orang, sementara PDP sebanyak 5.071 orang.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bertambahnya jumlah pasien yang positif Covid-19 ini sejalan dengan bertambahnya daerah yang merah karena ditemukannya pasien positif. "Misalnya adalah Pamekasan, Banyuwangi kemudian Jombang," ujarnya.

Selain pasien positif, Khofifah juga menyampaikan pasien negatif Covid-19 atau yang sudah sembuh. Terbaru ada lima orang yang dinyatakan sembuh, dari Surabaya dan Malang. Sehingga total pasien sembuh sebanyak 13 orang.

Sementara untuk korban meninggal terbaru tiga orang. Sehingga total ada tujuh orang sejauh ini.

Dengan semakin banyaknya pasien yang dinyatakan positif Covid-19 ini Khofifah menegaskan memilih untuk meningkatkan kewaspadaan. Untuk ini dia sudah menggelar rapat koordinasi via teleconference dengan Kepala Polda Jatim dan Panglima Kodam V Brawijaya.

"Salah satu yang kami koordinasikan adalah daerah kedatangan warga mudik lebih awal. Bagi daerah yang ternyata ada, kita koordinasikan lebih intensif. Misalnya titik checkpoint, misalnya keterlibatan RT/RW atau kepala desa, kelurahan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk bisa melakukan deteksi sampai kepada ruang isolasi," lanjut Khofifah.

Khusus kepada perantau dari Jakarta, Khofifah juga mengimbau agar mereka tidak dulu mudik saat ini. Karena Jakarta daerah paling banyak terpapar Covid-19 di Indonesia dengan tembus 675 pasien positif Covid-19.

"Lebih baik di rumah dulu, mudiknya ditunda demi kebaikan bersama dan keluarga. Yang mau mudik Idul Fitri ditunda (ganti) sampai Idul Adha," imbuh gubernur perempuan pertama di Jatim ini.