Oma Sartje Tetengean saat sedang menulis surat pernyataan menolak penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) karena dirinya masih sehat dan masih bisa bekerja. (Foto: Istimewa)
Oma Sartje Tetengean saat sedang menulis surat pernyataan menolak penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) karena dirinya masih sehat dan masih bisa bekerja. (Foto: Istimewa)

Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang sedang melanda seluruh wilayah Indonesia, pemerintah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak berupa BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) senilai Rp 600.000,-.

Tetapi ada hal menarik saat penyaluran BLT-DD pada tahun 2020 ini, yakni terdapat seorang nenek kelahiran Kakas, 17 April 1953 yang menolak penyaluran bantuan itu. 

Baca Juga : Beber Rahasia Kebal Covid-19 Lewat Herbal, Habib Hasan tak Takut Bertemu Ratusan Orang

 

Diketahui nenek tersebut bernama Sartje Tetengean atau akrab disapa Oma Sartje berasal dari Desa Pahaleten, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Dalam surat pernyataan bermaterai Rp 6.000 yang dibuat oleh Oma Sartje, dia menuliskan bahwa dirinya menolak BLT-DD karena merasa masih sehat dan dapat bekerja.

"Saya menolak BLT-DD Tahun 2020 karena saya masih merasa sehat dan masih kuat bekerja," tulis nenek 67 tahun itu dalam surat pernyataan, beberapa waktu lalu. 

Selain beralasan dirinya merasa masih sehat dan masih kuat untuk bekerja, Oma Sartje menyatakan, bahwa BLT-DD yang akan disalurkan kepada dirinya, lebih baik disalurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

"Karena masih banyak yang lebih membutuhkan atau layak mendapatkan pantuan tersebut," lanjutnya. 

Dalam surat pernyataannya, Oma Sartje menyatakan bahwa surat pernyataamnya dibuat dengan sebenar-benarnya dan tidak ada paksaan dari pihak manapun. 

Sebelumnya, kabar penolakan penyaluran BLT-DD senilai Rp 600.000,- yang dilakukan oleh Oma Sartje sempat viral melalui media sosial seperti Facebook, maupun grup WhatsApp yang menunjukkan foto seorang nenek menandatangani surat pernyataan penolakan penyaluran BLT-DD.

Dari grup WhatsApp tersebut muncul tanggapan dari Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), yakni Sulut Herwyn Malonda. Dia menuturkan bahwa salut atas tindakan Oma Sartje dan dapat dikaitkan dengan gerakan anti politik uang.

"Salut, Oma Sartje menolak BLT. Dikaitkan dengan gerakan anti politik uang dalam pilkada, sikap Oma Sartje dapat dijadikan sebagai role model," tuturnya melalui pesan singkat di grup WhatsApp, Jumat (5/6/2020) kemarin. 

Meskipun BLT-DD ini merupakan bantuan yang legal dari pemerintah, Herwyn mengatakan, bahwa bantuan sosial berupa uang dapat diidentikkan sebagai politik uang yang membuat rusak demokrasi.

"Apalagi uang atau bansos yang diidentikkan dengan politik uang yang merupakan perusak demokrasi. Mudah-mudahan pada pelaksanaan Pilkada nanti akan bermunculan 'Oma Sartje' yang lain dalam menolak politik uang," katanya. 

Selain itu, tanggapan juga muncul dari Hukum Tua Desa Pahaleten, Kelly Rempas yang mengungkapkan, bahwa dirinya terkejut dan terharu atas tindakan penolakan penyaluran BLT-DD dari pemerintah.

“Tentunya kami terkejut sekaligus benar-benar terharu. Saya mewakili pemerintah mengucapkan terima kasih untuk ibu Sartje, yang mau memberikan bantuan untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan," ungkapnya.

Kelly juga berharap agar yang telah dilakukan oleh Oma Sartje dapat diterapkan oleh masyarakat lain, yang masih dapat bekerja dan ikhlas untuk memberikan bantuan tersebut ke orang yang lebih membutuhkan. 

"Kami juga berharap apa yang sudah dilakukan oleh ibu kami ini, bisa menjadi contoh untuk warga-warga yang lain, yang dengan hati ikhlas jika kalau ada kemampuan pergunakanlah itu. Kami benar-benar berterima kasih untuk itu," pungkasnya.